yow

iklan

Terorisme di Pakistan

Pendahuluan
Terorisme merupakan ancaman terbesar bagi setiap negara mengingat banyaknya individu dari dalam negara tersebut yang terlibat didalamnya, tidak terkecuali Pakistan, negara yang merupakan negara mayoritas warganya beragama islam. Pakistan merupakan negara Islam yang memperoleh kemerdekaannya dari imperialisme Inggris pada tahun 1947 setelah gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Mohammad Ali Jinnah yang menginginkan negara merdeka dari bagian barat dan timur Kemaharajaan Britania Raya yang didominasi oleh Islam. Pada tahun 1947 setelah gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Mohammad Ali Jinnah yang menginginkan negara merdeka dari bagian barat dan timur Kemaharajaan Britania Raya yang didominasi oleh Islam. Pakistan menjadi bagian Asia Selatan, dan dari segi geografis Pakistan berbatasan dengan negara Afghanistan dan Iran di bagian barat, India di bagian timur dan China di arah timur laut.
Pakistan merupakan negara federal dengan sistem parlemen yang terdiri dari 4 provinsi dan 4 daerah federal. Pakistan merupakan negara yang memiliki multi-etnis. Secara Etimologis Pakistan Nama Pakistan berarti tanah yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Nama ini dicetuskan sebagai Pakstan oleh Choudhary Rahmat Ali, seorang tokoh gerakan Pakistan yang menerbitkan sebuah pamflet berjudul Now or Never. Pakistan dari segi geografis sangat mendukung munculnya teroris pada negara tersebut.
Pada September 1994 terbentuk sebuah kelompok bernama gerakan Taliban  nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan. Gerakan ini mendapat banyak sukarelawan dari Pakistan.  Dewan Keamanan PBB mengecam tindakan kelompok ini karena kejahatannya terhadap warga negara Iran dan Afghanistan.  Taliban melakukan berbagai aksi pelanggaran HAM di Afghanistan. Ideologi kelompok Taliban, berdasarkan pada masyarakat level rendah (grass root) yang berasal dari shah wallihullah. Hubungan antara kelompok taliban dengan kelompok minoritas Shia dan non-pashtun etnis juga tidak baik. Pada dasarnya anggota kelompok taliban tersebut berpendidikan di Pakistan, dan mereka menyiratkan bahwa mereka bukan lagi bagian dari budaya tradisional persia. Menjadi bagian sepenuhnya dari Taliban menjadikan mereka merasa lebih unggul. Taliban yang lebih dominan membuat mereka menjadi arogan terhadap kelompok Shia yang jumlahnya minoritas yakni 15 persen. Taliban yang berkepentingan di bidang politik dan ingin menegakkan kembali Islam yang fundamentalis. Pada tahun 1995, Sunni memperluas kekuasaannya ke provinsi Uruzgan dan Ghazni. Pada Maret tahun 1995 Taliban membunuh Pemimpin dari kelompok Hazaras (orang yang berbicara bahasa persia) Mazari. Pada tahun 1998 kelompok Taliban membantai seribu lebih anggota kelompok Hazaras. Kelompok Islam shia di Pakistan melihat kelompok Taliban sebagai kelompok ekstrim yang anti-Shia.




















Rumusan masalah
Apakah pengaruh gerakan Taliban terhadap pertumbuhan teroris di Pakistan ?





















Pembahasan
Pengaruh gerakan Taliban terhadap pertumbuhan teroris di Pakistan
Pengertian Terorisme
 Terorisme berasal dari bahasa Perancis le terreur, dimana kata ini digunakan saat Revolusi Perancis yang mempergunakan kekerasan secara brutal dan berlebihan dengan cara memenggal 40.000 orang yang dituduh melakukan kegiatan anti pemerintah. Terorisme memiliki banyak pengertian dan pada dasarnya memiliki inti pada kegiatan yang bersifat kekerasan dan mengancam. Menurut Konvensi PBB tahun 1937, terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas. Terorisme dapat dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang. Terorisme pun memiliki segala bentuk cara atau langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Namun hingga saat ini belum ada pengertian baku mengenai terorisme yang dapat diakui secara internasional karena terorisme merupakan pandangan subjektif. Menurut Prof. M. Cherif Bassiouni, ahli Hukum Pidana Internasional, bahwa tidak mudah untuk mengadakan suatu pengertian yang identik yang dapat diterima secara universal sehingga sulit mengadakan pengawasan atas makna Terorisme tersebut. Disepakati oleh kebanyakan ahli bahwa tindakan yang tergolong kedalam tindakan Terorisme adalah tindakan-tindakan yang memiliki elemen: kekerasan, tujuan politik, dan teror/intended audience (Webster New World College Dictionary 1996).
Sejarah terorisme
Istilah teroris telah muncul pada abad ke 18. Teroris telah berkembang dengan kejahatan murni yang dilakukan baik pembunuhan dan ancaman. Fenomena Terorisme meningkat sejak permulaan dasa warsa 70-an. Ditandai dengan adanya fanatisme pada aliran kepercayaan yang kemudian menyebabkan pembunuhan baik yang dilakukan secara perorangan maupun oleh suatu kelompok terhadap penguasa yang dianggap sebagai tiran. Menurut Grant Wardlaw dalam buku Political Terrorism (1982), manifestasi Terorisme sistematis muncul sebelum Revolusi Perancis, tetapi baru mencolok sejak paruh kedua abad ke-19. Dalam suplemen kamus yang dikeluarkan Akademi Perancis tahun 1798, terorisme lebih diartikan sebagai sistem rezim teror. Selanjutnya istilah teror digunakan pada saat rakyat Rusia menyerang pemerintahan atau gerakan kekerasan anti pemerintahan. Oleh karenanya dari sejak awal Terorisme digunakan untuk istilah terhadap tindakan kekerasan yang menentang pemerintahan.
Pada abad ke 19 terorisme tersebar di belahan bumi Eropa dan Amerika. Sebelum terjadinya Perang Dunia I, isu teroris dikaitkan dengan pembunuhan orang-orang penting di Pemerintahan yang dapat mengakibatkan revolusi politik maupun sosial.
Terorisme di Pakistan
.Melihat pergolakan dalam negeri Pakistan sendiri dari ke masa akan membantu kita sedikit demi sedikit melihat apa sebetulnya yang membentuk Pakistan memiliki karakter unik dalam masalah terorisme. Tentu bukan karena Pakistan beragama Islam (mayoritas) tetapi pasti ada pencetus lainnya yang perlu kita ketahui.  Beberapa hal yang perlu dan  terpenting diketahui  itu adalah:
1.   Meskipun Pakistan dideklarasikan berbetuk negara Islam, akan tetapi peranan dan pengaruh Islamdalam panggung politik Pakistan ditolak oleh Pemerintah dan rakyat Pakistan. Lihat saja dalam pembentukan partai politik tidak ada partai politik yang berazaskan Islam yang diterima untuk ikut pemilu dalam dua dekade pertama.
2.   Para cendekiawan Pakistan banyak yang berhaluan reformis dan liberal. Mereka bahkan jauh dari kesan konservatif apalagi fundamentalis. Misalnya tokoh pendidikan  tekenal Pakistan Syed Ahmed Khan atau sang pujangga-filosof Allama Mohammad Iqbal. Mereka  dapat "mempengaruhi"  intelektual Muslim dan Ulama untuk berpandangan modernis dan menjadi reformis.
3.   Struktur pemerintahan yang menggerakkan roda pemerintahan dan kenegaraan Pakistan dilakukan oleh orang-orang yang telah mendapat layanan pendidikan dan pembinan mental dari Inggris.
4.   Upaya penindasan minoritas oleh kelompok Sunni  pada dekade 1960-an, ditumpas habis oleh pemerintah saat itu. Beberapa ketua perlawanan dari kelompok Sunni  misalnya  Maulana Mawdoodi, Ketua Jamaat-e-Islami, diganjar hukuman mati. .
Baru pada tahun 1970-an ketika PM Zulfikar Ali Butho yang berhaluan sosialis dan menganut paham sekuler mulai bermain api. Ketika itu Butho membiarkan pembasmian Ahamdiyah.  Di sisi lain, pada masa kekuasaan Butho, beberapa pertai Islam mulai tumbang dan gugur satu persatu karena menuai kekalahan telak dalam pemilu hampir setiap provinsi.
Zulfikar Ali Butho secara lambat namun pasti mulai bermain api dengan menerbitkan konstitusi bahwa Ahamdiyah bukan orang Muslim. Hal ini dilakukan Butho untuk menarik simpati kaum Konservatif yang pelan-pelan muali mengausai kabinet dan pemerintahan Butho.
Butho hilang, muncul Zia Ulhaq yang berhaluan konservatif.  Jendral AD Pakistan yang garang dan ditakuti ini memimpin Pakistan dengan konservatif. Dia mendukung Islam konservatif dan aktif membangun pendidikan Islam berhaluan ortodoks. Dia banyak membangun pusat kajian dan studi tentang agama Islam di seluruh Pakistan.
Ternyata, kesempatan ini menarik perhatian dan minat masyarakat Pakistan bahkan dari beberapa belahan dunia ingin belajar atau menimba ilmu di sini. Lama kelamaan, tempat kajian ini dipergunakan oleh kelompok-kelompok ekstrimis dan fundamentalis untuk mempertebal komitmen melawan Uni Soviet di Afghanistan.

 Pada September 1994 terbentuk sebuah kelompok bernama gerakan Taliban  nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan. Gerakan ini mendapat banyak sukarelawan dari Pakistan.  Dewan Keamanan PBB mengecam tindakan kelompok ini karena kejahatannya terhadap warga negara Iran dan Afghanistan.  Taliban melakukan berbagai aksi pelanggaran HAM di Afghanistan. Ideologi kelompok Taliban, berdasarkan pada masyarakat level rendah (grass root) yang berasal dari shah wallihullah. Hubungan antara kelompok taliban dengan kelompok minoritas Shia dan non-pashtun etnis juga tidak baik. Pada dasarnya anggota kelompok taliban tersebut berpendidikan di Pakistan, dan mereka menyiratkan bahwa mereka bukan lagi bagian dari budaya tradisional persia. Menjadi bagian sepenuhnya dari Taliban menjadikan mereka merasa lebih unggul. Taliban yang lebih dominan membuat mereka menjadi arogan terhadap kelompok Shia yang jumlahnya minoritas yakni 15 persen. Taliban yang berkepentingan di bidang politik dan ingin menegakkan kembali Islam yang fundamentalis. Pada tahun 1995, Sunni memperluas kekuasaannya ke provinsi Uruzgan dan Ghazni. Pada Maret tahun 1995 Taliban membunuh Pemimpin dari kelompok Hazaras (orang yang berbicara bahasa persia) Mazari. Pada tahun 1998 kelompok Taliban membantai seribu lebih anggota kelompok Hazaras. Kelompok Islam shia di Pakistan melihat kelompok Taliban sebagai kelompok ekstrim yang anti-Shia.
Sejak tahun 1994 hubungan antara Taliban dan Pakistan menjadi pertanyaan yang kontroversial. Banyak dari anggota Taliban berasal juga dari para pengungsi di Pakistan, dan banyak dari mereka memiliki identitas Pakistan karena telah menjadi pengungsi di Pakistan lebih dari satu tahun, tapi identitas mereka yang sebenarnya masih tidak  jelas.  Beberapa masyarakat Pakistan telah berpartisipasi untuk melawan kelompok Taliban, terutama untuk menaklukkan mereka yang berada di Jalalabad dan Kabul.
Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk Mullah Mohammed Omar, pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Gerakan ini terutama berasal dari Pashtun di Afganistan, serta Provinsi Perbatasan Barat Laut (North-West Frontier Province, NWFP) di Pakistan, dan juga mencakup banyak sukarelawan dari Arab, Eurasia, serta Asia Selatan. Taliban mendukung Pasthun. Pasthun adalah grup etnis yang populasinya berada di daerah timur dan selatan Afganistan dan di Provinsi Perbatasan Barat Laut, dan Balochistan yang merupakan provinsi dari Pakistan. Mayoritas Pashtun mendiami Pakistan dan Afghanistan. Kawasan lainya adalah Utara,Azad Kashmir dan Karachi di Pakistan sama seperti di Afghanistan. Kebanyakan suku ini merantau dan menjadi buruh di Semenanjung Arab. Budaya orang Pashtun dapat dilihat dengan jelas di Peshawar dan Kandahar. Kota Quetta dan Kabul yang mempunyai berbagai suku, Pashtun menjadi penduduk mayoritas. Karachi menjadi kota berpenduduk Pashtun yang terbesar di dunia karena terdapat 1.5 juta orang Pashtun.
Taliban memiliki agenda kebijakan luar negerinya tersendiri. Taliban memiliki ambisi untuk melawan post-komunis rezim yang didirikan setelah runtuh USSR (Union of Soviet Socialist Republics). Taliban juga menginginkan pengakuan dunia Internasional terhadap politik dan ekonomi mereka. Akan tetapi keinginan mereka tidak berjalan dengan baik sebab Amerika menolak keinginan Taliban karena sikap yang dilakukan oleh Taliban. Sikap Taliban terhadap United Nation dan NGO yang memberontak pada tahun 1998, dan menolak adanya NGO di wilayah mereka, menjadikan banyak NGO meninggalkan wilayah Kabul. Hal ini di karenakan adanya serangan yang disebabkan oleh Usamah bin Ladin pada 20 Agustus 1998 di Zhawar (paktia), dimana Taliban dianggap oleh Amerika Serikat telah bekerja sama dengan kelompok teroris untuk menyembunyikan Usamah bin Ladin. Amerika mengeluarkan kebijakan untuk mengajak Taliban melawan Usamah bin Ladin namun Taliban menolak untuk bekerja sama melawan kelompok teroris yang dipimpin oleh Usamah bin Ladin tersebut. Dan ternyata memang Taliban menyembunyikan Usamah bin Ladin. Akhirnya keinginan dari Taliban pun tidak mendapat dukungan dari lembaga negara manapun.
Berikut peta persebaran kelompok Taliban di Afghanistan pada tahun 2007,

Area penguasaan Taliban kembali menyebar di Afghanistan setelah tahun 2005 mereka membangun kembali semangatnya untuk bersatu. Menurut International council on security and development pada tahun 2008, taliban memiliki tempat permanen sebesar 72% di Afghanistan. Selain itu, sekarang taliban dilihat sebagai kekuatan de facto yang mengatur di sejumlah kota dan desa selatan. Ini menunjukkan adanya peningkatan setelah pada tahun 2007 hanya berkisar 54%, hal ini berarti adanya keberhasilan kebijakan dari pemerintahan Taliban terhadap ekonomi, politik, dan militer.
Kelompok teroris memang sebagian besar berasal dari Taliban. Kelompok teroris tersebut bernama Al Qaeda. Al Qaeda adalah kelompok ekstrim di afghanistan, kelompok paramiliter ini awalnya diawaki oleh milisi eks-Perang Afghanistan dengan tujuan memberikan perlawanan terhadap pihak-pihak yang dituding memusuhi Islam seperti Amerika Serikat, Israel.
Al Qaeda sebagai teroris dibalik serangan gedung World Trade Center di New York City pada tanggal 11 september 2001. Al Qaeda yang dipimpin oleh Osama Bin Laden, menggunakan strategi dengan membajak pesawat jet penumpang yang kemudian digunakan untuk menabrak menara Kembar World Trade Center di New York City. Serangan ini dilancarkan oleh serangkaian empat serangan bom bunuh diri yang telah diatur sesuai dengan targetnya di beberapa tempat di New York City dan Washington D.C, ada sejumlah 19 pembajak yang di pakai untuk melancarkan serangan ini dan jumlah pesawat yang di bajak ada 4. Kedua pesawat berhasil meruntuhkan menara kembar World Trade Center, dan pesawat ketiga berhasil menabrak gedung pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS di Arlington, Virginia dekat Washington D.C., yang berbentuk segi lima. Hingga akhirnya pesawat keempat yang ditargetikan untuk menyerang Washington D.C. tidak berhasil dilakukan karena jatuh di  Shanksville, Pennsylvania. Dari berbagai serangan yang dilakukan  oleh Al Qaeda terhitung sebanyak 3000 korban jiwa yang meninggal dan 6000 ribu korban lainnya terluka. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan parah pada gedung World Trade Center yakni runtuhnya gedung dengan 110 lantai serta beberapa gedung lainnya yang berdekatan dengan World Trade Center juga terkena imbasnya, ada pula gedung pentagon yang rusak parah akibat tabrakan American Airlines Penerbangan 77 dan kebakaran yang berlangsung setelahnya, mengakibaktan satu sisi bangunan runtuh. Kesulitan dalam proses penyelematan juga terjadi karena sulitnya mengorganisir para petugas penyelamatan (New York City Police Department mengirimkan Emergency Service Units dan personel polisi lainnya, serta memberangkatkan satuan helikopternya. Setelah tiba di tempat kejadian, FNY, NYPD, dan Port Authority tidak mengkoordinasi upaya penyelamatan). Hal ini menyulitkan mereka untuk bersatu menemukan korban sipil yang tertindih bangunan.
Setelah serangan 11 september tersebut, Pemerintah Amerika Serikat berupaya keras untuk menangkap pelaku di balik kasus pembajakan pesawat tersebut. Adapun ke 19 orang yang membajak pesawat langsung diberitakan informasinya oleh FBI (The Federal Bureau of Investigation). FBI berhasil melacak identitas pelaku pembajak pesawat. Ke 19 orang yang telah meninggal tersebut dikabarkan merupakan orang-orang yang berasal dari kelompok teroris Al Qaeda. Setelah di kejar bertahun-tahun pemimpin Al Qaeda berhasil ditangkap dan di tembak mati oleh marinir Amerika Serikat, saat itu pada saat pemerintahan presiden Barack Obama, pada Mei tahun 2011. Namun hingga sekarang pemberitaan mengenai kebenaran meninggalnya Osama Bin Laden masih dipertanyakan, karena begitu banyak pemberitaan media yang membingungkan masyarakat dunia. Dengan keluarnya nama kelompok teroris tersebut, Al Qaeda menjadi kelompok teroris yang menggemparkan dunia karena aksi kejinya yang menewaskan banyak orang. Al Qaeda pun menjadi ditakutkan oleh banyak negara di dunia.
Al Qaeda sekarang memiliki pemimpin bernama Ayman Mohammed Rabie al-Zawahiri. Pada 2 Mei 2011, dia dianggap sebagai pengganti Usamah bin Ladin sebagai ketua Al-Qaeda setelah Usamah tewasdibunuh oleh tentara Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan, pada 1 Mei2011. Kini keberadaannya tidak diketahui sehingga Pemerintah AS menawarkan uang sebesar $25 juta untuk siapa saja yang memberikan informasi dimana al-Zawahiri berada.
Setelah kasus serangan gedung WTC pada tanggal 11 september 2001, terdapat kasus yang menyeret nama kelompok Al Qaeda. Kasus tersebut adalah Perang di Pakistan Barat Daya. Perang tersebut merupakan  konflik bersenjata antara tentara Pakistan dengan militan Islam, Taliban dan ekstrimis asing. Perang dimulai pada tahun 2004 ketika ketegangan meningkat akibat pencarian anggota al-Qaeda di wilayah Waziristan yang meningkat menjadi konflik bersenjata dengan suku setempat. Perang ini berlangsung di
Federally Administered Tribal Areas dan Provinsi Perbatasan Barat Laut, Pakistan, dan masih berlangsung hingga sekarang. Pencarian anggota Taliban yang dianggap teroris dan mengancam kedaulatan Pakistan. Oleh karena itu, Pakistan segera mengerahkan tentaranya untuk menemukan anggota teroris yang dianggap akan mengganggu stabilitas keamanan nasionalnya. Penyebab awalnya adalah masalah perbatasan dengan kedaulatan dan keamanan nasional Pakistan sebagai poin utama dalam konflik bersenjata itu.
Konflik yang terjadi menyebabkan peningkatan atau ekskalasi sehingga menambah jumlah aktor yang terlibat seperti Amerika Serikat, NATO dan  Islamic Movement Uzbekistan  pada tahun 2007. Konflik ini bersifat General Conflict , yaitu suatu konflik yang disebabkan oleh hanya satu masalah atau pelaku. Akan tetapi akibat adanya kesamaan dalam masalah itu secara umum, maka mengakibatkan keterlibatan pihak atau aktor lain. Keterlibatan NATO bertujuan untuk membendung serangan terorisme Al-Qaeda, Taliban sejak tragedi 9/11 pada tahun 2001.
Pada tanggal 16 Desember 2014, terjadi serangan di sekolah (Army Public School) Peshawar, Pakistan. Ada 6 orang pria bersenjata dari Tehrik-i-Taliban Pakistan, masuk ke sekolah dengan menyusuri halaman belakang sekolah dan mengenakan seragam pakistan frontier corps, setelah masuk mereka membakar sejumlah kendaraan di halaman, kemudian menembak ke arah aula dimana disana para murid sedang berkumpul bersama melaksanakan kegiatan sekolah.

Upaya yang dilakukan untuk menghentikan tindakan terorisme di Pakistan
Aktivitas teroris di pakistan selama ini selalu mendapat perhatian khusus dari para penegak keadilan baik dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu solusi yakni hadirnya sebuah lembaga bernama the National Pakistani Counter Terrorism and Extremism Strategy (NACTES) yang bertujuan membatasi gerak dari Taliban. Strategi ini disusun oleh National Counter Terrorism Authority (NACTA), yang hadir untuk menjaga keamanan kedaulatan. Tubuh koordinasi diatur oleh negara sebagai primary organ publik yang dipercayakan dengan kontraterorisme, kontra-ekstremisme, dan dengan tujuan untuk de-radikalisasi negara.
Taliban menggunakan jihad dalam instrumen hukum mereka di Afghanistan untuk menegakkan hukum bagi masyarakat yang melanggar hukum. Oleh karenanya orang Taliban modern di pakistan juga menggunakan hal serupa, dan para anggota militer berusaha untuk  melawan mereka agar menghentikan hal tersebut karena tindakan Jihad yang mereka lakukan adalah dimana adanya penyelewengan hukum maka mereka akan bersatu dalam kelompok untuk menghukum pelanggar hukum secara langsung. Baitullah Mehsud yang pernah menjadi pemimpin militer bersama wakilnya di militer, juga bersama dalam strategi ini dan mengubah area pakistan yang aman menjadi area tempat berlindung para militer. Namun, banyak dari aksi tersebut kemudian disahkan oleh masyarakat lokal, sejak mereka menyaksikan adanya non-diskriminasi oleh aksi yang dilakukan dengan maksud untuk menghukum para pelanggar hukum tersebut. Di dalam area tersebut masyarakat tradisional menyatakan bahwa kebijakan pemerintah masih tidak efektif sehingga masyarakat tradisional mudah terlibat dalam tindakan nepotisme dan alokasi sumber daya yang tidak memadai, perasaan ketidakamanan menjadi faktor pendorong pembengkakan jajaran pengikut Taliban.
Pada tanggal 16 Desember 2014, terjadi serangan di sekolah (Army Public School) Peshawar, Pakistan. Ada 6 orang pria bersenjata dari Tehrik-i-Taliban Pakistan, masuk ke sekolah dengan menyusuri halaman belakang sekolah dan mengenakan seragam pakistan frontier corps, setelah masuk mereka membakar sejumlah kendaraan di halaman, kemudian menembak ke arah aula dimana disana para murid sedang berkumpul bersama melaksanakan kegiatan sekolah.
Pengaruh dan dampak akibat dari terorisme yang terjadi di Pakistan
Dari banyaknya serangkaian aksi terorisme yang terjadi dipakistan, dampak yang jelas terlihat adalah mengurangi rasa aman dari warga Pakistan itu sendiri karena merasa bahaya terorisme selalu mengancam setiap saat. Lalu merusak psikologis warga terlebih anak-anak yang dapat merusaj mental anak tersebut nantinya. Lalu juga angka kematian yang besar Pakistan merupakan salah satu negara dengan korban meninggal akibat terorisme terbesar didunia mencapai 80 persen penyumbang korban terbesar di dunia

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Terorisme di Pakistan"

Post a Comment