Sistem Ekonomi Sosialisme
Sistem ini dikenal juga dengan istilah ekonomi perencanaan karena seluruh kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi direncanakan serta dilaksanakan oleh pemerintah secara terpusat.
Sistem ekonomi ini mempunyai ciri-ciri, Pertama, peranan pemerintah dalam pengaturan kehidupan ekonomi sangat dominan, Kedua, produksi, distribusi dan konsumsi diatur oleh negara, Ketiga, tingkat harga yang berlaku tidaklah ditentukan oleh mekanisme pasar tetapi oleh negara atau pemerintah,Keempat, hak milik perorangan terhadap alat-alat produksi tidaklah diakui kecuali barang-barang yang sudah dibagikan oleh negara, Kelima, memisahkan kehidupan ekonomi dari kehidupan agama Bahkan dalam sistem ekonomi sosialisme marxisme, kehadiran agama malah tidak diakui sama sekali.
Sistem ini seperti halnya sistem ekonomi Kapitalis juga memiliki kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan. Kelebihan-kelebihan dari sistem ekonomi sosialis adalah Pertama, pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap perekonomian dan masalah kemakmuran rakyat, Kedua, Pemerintah dapat menentukan sector produksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Ketiga, pengendalian harga tentu akan lebih mudah untuk dilakukan, Keempat, hasil produksi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat karena distribusinya dilakukan secara merata oleh pemerintah, Kelima, tidak ada kelas-kelas (kelompok-kelompok ) yang didasarkan kepada penguasaan asset atau kekayaan dalam masyarakat.
Adapun kelemahan-kelemahan dari sistem ini adalah sebagai berikut. Pertama, hak milik perorangan tidak diakui, Kedua, potensi dan daya kreasi masyarakat tidak dapat dikembangkan secara optimal, Ketiga,peranan pemerintah sangat dominan dalam perekonomian sehingga masyarakat cenderung apatis, dankeempat, semua kebijaksanaan yang ditempuh pemerintah selalu dianggap paling benar. Kelima, Agama tidak memainkan peranan dalam kehidupan ekonomi.
Kelebihan sistem ekonomi sosialis :
1.Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah
ekonomi lainnya
2.Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3.Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
4.Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
5.Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan sistem ekonomi sosialis :
1.Mematikan inisiatif individu untuk maju
2.Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3.Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
Neo sosialisme
Neo Liberal atau Liberal Gaya Baru merupakan Liberal yang bercampur dengan sistem Sosialis. Adapun yang disebut sebagai Neo Sosialis adalah sistem Sosialis yang bercampur dengan Liberal. Kedua hal ini dapat diterapkan dengan adanya campur tangan pemerintah. Sedangkan Liberal asli muncul pertama kalinya saat industrialisasi.
Menoleh ke Sosialisme untuk ia pelajari. Untuk memperkuat alasan apa yang dikemukakan terakhir mengenai sikap Agus Salim terhadap Sosialisme ini sekaligus untuk menimbang kebenaran pernyataan Mohammad Hatta, kiranya perlu disinggung pendapat A. P. E. Korver.
Tokoh ini menandakan empat sikap yang sekaligus menjadi ciri-ciri organisasi Agus Salim (SI). Pertama, penolakan bermacam-macam prasangka terhadap pribumi dan penolakan sikap diskriminatif Belanda terhadap pribumi. Kedua, penghargaan positif terhadap identitas pribumi.cita-cita penentuan nasib sendiri. Keempat, anti Kapitalisme. Empat faktor inilah, terutama faktor keempat --bersama faktor lain-- yang membuat tokoh-tokoh SI termasuk Agus Salim mau menoleh kepada Sosialisme (Korver, 1985) lantaran sama-sama anti Kapitalisme.
Ilustrasi berikut ini mungkin dapat memberi gambaran lebih jelas. Jika di Eropa gereja berpihak kepada kelas yang berkuasa, maka di Asia, termasuk di Indoensia, keadaan yang terjadi justru sebaliknya; agama memihak kepada golongan yang tertekan (Dahm, 1988). Agama, dalam hal ini Islam, sebagaimana diutarakan Donald Eugene Smith dalam bukunya Religion and Political Development, diyakini memberikan makna penting dalam menghubungkan Sosialisme dengan para petani dan rakyat kecil yang oleh Bernard Dahm dikatakan tertekan. Karena itu,dalam pendapat Smith (1985), “Sosialisme tidak memberi sifat atau mengubah suatu kerangka masyarakat agamis, melainkan menampilkan kerangka itu sendiri yang merupakan ide-ide dan pandangan dasar”. Di sinilah sesungguhnya letak faktor sehingga tokoh SI seperti Tjokroaminoto dan Agus Salim tertarik untuk mengetahui dan menaruh perhatian kepada Sosialisme.
<i>Keberhasilan Vietnam Bertahan menggunakan sistem sosialisme</i>
Salah satu Negara yang berhasil Bertahan menggunakan Sistem sosialisme adalah Vietnam. Sejak awal Vietnam yakin sosialislah yang akhirnya menang dalam perseteruan panjang antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Sejak dekade 50an para pemimpin Hanoi yakin bahwa sosialisme dibawah kepemimpinan Uni Soviet akan menjadi pemenang dalam pertarungan blok barat dan blok timur. Para pemimpin Vietnam sangat mempercayai keunggulan sosialisme hal ini tercermin dari sikap optimisme mereka bahwa kapitalisme pada akhirnya akan kalah dalam pertarungan dua kubu utama di dunia, apalagi setelah kemenangan mereka terhadap pasukan Amerika.
Dalam pemerintahan, Negara Vietnam berlandaskan sistem demokratis-sentralisme. Demokrasi sentralisme adalah kehendak rakyat disalurkan dari bawah, disaring oleh atas, dan kemudian dikembalikan lagi kebawah melalui garis-garis tertentu, yang bersifat perintah atau komando. Dari segi ideologi Vietnam menganut ideologi komunis faham Marxisme-Leninisme serta ajaran –ajaran HO Chi Minh. Faham inilah yang menjadi ilham dan menerangi pemikiran dan sikap bangsa Vietnam dalam menghadapi musuh-musuh imperialisme dan kolonialisme. Mereka juga menganggap masyarakat sosialis adalah masyarakat masa depan.
Sejak kemerdekaannya partai komunis Vietnam merupakan kekuatan politik utama yang memegang dan mengendalikan kekuasaan melalui kongres partai komunis Vietnam bersama Majelis nasional Vietnam sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara. Meskipun kekuasaan partai komunis itu sepenuhnya tapi dalam prakteknya terdapat dua partai boneka yakni partai demokrasi dan partai sosialis yang menjadi check and Balances.
Belum ada tanggapan untuk " "
Post a Comment